Tercatat Sejarah, Rijalul Ansor Gelar Pembinaan Ribuan Mubalig dan Khatib Munculkan Mubaligh Berkualitas

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Sebanyak 1200 kader se Kabupaten Nganjuk, mengikuti acara Pembinaan kader mubaligh dan khotib di Ponpes Sunan Kalijaga Desa Pakuncen Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, Minggu (12/11/2017).

Acara bertajuk Pembinaan mubaligh dan khotib yang digagas gerakan pemuda ansor dan majelis dzikir dan sholawat Rijalul anshor bukan hanya sekedar dakwah transformatif untuk pengembangan khasanah intelektual, disampaikan oleh Plt Bupati Nganjuk KH. Abdul wachid badrus. Pada kesempatan itu menyampaikan acara  pembinaan mubaligh dan khotib yang digelar di Ponpes Sunankalijaga. 

"Saya berharap kepada para mubaligh dan khotib intuk bisa mengamalkan ilmunya kelak dimasyarakat, tanamkan ilmu yang kalian dapat dalam berdakwah, harus diamalkan dengan baik," ucapnya.

Dia menjelaskan, maksud dari dakwah harus bervariasi agar tema tidak hanya itu-itu saja. Tetapi lebih luas dan ada pemahaman lebih jauh. Kemudian, dapat melibatkan dan situasi saat ini,” himbaunya.

Kebutuhan mubaligh dan khatib semakin banyak setiap harinya. Terlebih di Kabupaten Nganjuk, kini shalat Jumat tak hanya digelar di masjid namun juga di perkantoran, hotel, hingga perusahaan.

Sementara Pimpinan Ponpes Sunan Kalijaga DR KH M. Khomari Syaifulloh sangat mengapresiasi kegitan ini, dia juga menerangkan kegiatan ini harus perlu dilakukan mengkaderisaai para mubaligh dan khotib yang ada di Nganjuk. 

"Animo para mubaligh dan khotib diluar perhitungan saya, baru kali ini membludak sampai mencapai 1200 orang,padahal ditempat lain juga diadakan kok gak semeriah ini, "jelasnya disela-sela dirumahnya memberikan keterangan pers kepada wartajatim.com

Lanjutnya, Pelatihan ini juga sebagai program kerja rutin tahunan pemuda anshor dan majelis dzikir dan sholawat Rijalur Ansor. Nantinya. 

 “Retorika penting karena tanpa seni berbicara, materi jadi kurang menarik,”katanya kiai yang juga thabib segala penyakit. (kusnoaji)