Proyek Pembangunan Pasar Baru Kertosono Telan Biaya Rp 2,2 Miliar Molor

WARTAJATIM. COM, NGANJUK - Terkuak ternyata Pasar Baru Kertosono di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono telan biaya mencapai 2,2 milliar rupiah. Info tersebut didapat saat kunjungan lapangan perwakilan Komisi II DPRD Nganjuk Raditya Hariya Yuangga dihadapan perwakilan pedagang, Kamis 8 Februari 2018 kemarin. "Biaya yang dianggarkan sekitar 2,2 milliar. Entah untuk pembangunan atau rehab kebutuhannya, saya belum tahu, " ungkap Mas Angga sapaan akrab anggota Dewan dari Fraksi Hanura kepada wartajatim.

Berdasar pantauan wartajatim berbagai persoalan masih dikeluhkan para pedagang saat musyawarah pedagang beberapa waktu lalu. "Kulo sadean pisang ten sisi kilen kidul, katah sing sadean ten ngajeng, mboten purun mlebet pasar, " ungkap Marsiran salah satu pedagang dalam logat jawa.

Sementara Nanang perwakilan pedagang lain menyampaikan keluhan jika drainase atau saluran air tidak mengalirkan air dengan lancar, serta penataan pasar yang carut marut. Kepastian berjualan para pedagang, perbaikan infrastruktur dan bantuan modal dari pemerintah kepada para pedagang korban kebakaran pasar lama Kertosono harus menjadi perhatian eksekutif dan legislatif. "kepastian dagang, bantuan modal dan infrastruktur harus jadi pehatian eksekutif dan lefislatif di Nganjuk," Ungkapnya

Cecep Muhammad Yasin penasehat Ormas Salam Lima Jari dan juga Aktivis Anti Korupsi Sabtu 10 Februari 2018.menyangsikan jika Dewan dan Eksekutif di Nganjuk akan bertindak cepat menyelesaikan berbagai keluhan para pedagang. "Saya ragu masalah pedagang akan cepat beres, Dewan sibuk cari muka menghadapi Pilkada, " urai Cecep lebih lanjut. (di/kusno)

Index Berita