Protes Gambar Kiai Hasyim Dirusak, Alumni Tebuireng Beri Waktu Tiga Hari Polres Nganjuk Untuk Tangkap Pelaku

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Surabaya memberikan tenggang waktu selama 3 hari untuk pihak berwenang di Kabupaten Nganjuk terkait insiden pembakaran dan perobekan atribut Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk beberapa waktu lalu.

Ultimatum ini diberikan oleh Ikapete Surabaya karena dalam salah satu banner yang dirusak ada foto KH Hasyim Asy’ari. Sosok KH Hasyim Asy’ari merupakan pribadi yang sangat dihormati oleh santri Tebuireng. 

“Kalau pihak berwenang di Nganjuk tidak dapat menyelesaikan masalah ini (perusakan atribut NU) dalam 3 hari. Kami akan turun tangan sendiri,” jelas Ketua Ikapete Surabaya, In'ami Abdul Jalil lewat pesan tertulis, Senin (25/6/2018).

Abdul Jalil mengatakan pihaknya sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian tersebut. Terutama masalah pembakaran bendera NU dan gambar Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.  Karena bentuk pelecehan yang bisa dipidanakan.

“Sekarang kami pasrahkan ke pihak yang berwenang khususnya kepolisian sektor Nganjuk. Untuk segera mengusut pelaku sampai ke akar akarnya,” tegasnya.

Dengan adanya kejadian didesa Pace Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Kami keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Tebuireng, menyatakan sikap.

Selain itu, Abdul Jalil merasa prihatin kejadian ini terjadi Jawa Timur sehingga ketenangan masyarakat di usik oleh segelintir orang yang tidak bertanggungjawab. Apalagi ini menjelang Pilkada serentak 2018.

“Pernyataan sikap ini kami buat atas kejadian di Nganjuk kemarin. Sikap ini juga kita sampai kan kepada Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid, Kapolsek Nganjuk, Kapolda Jawa Timur, Kapolri Republik Indonesia dan Ketua Pusat PSHT,” pungkasnya.(tim)

  • Whatsapp

Index Berita