Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Bantah Jadi Timses Prabowo Sandi

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Pengasuh Pesantren Al Hamidiyah Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH M Irfan Sholeh membantah menjadi tim sukses calon Presiden Prabowo Subiantoro-Sandiaga Salahudin Uno.

Menurutnya beberapa waktu lalu ia melihat ada pencatutan namanya sebagai  dewan pembina tim sukses (timses) Prabowo-Sandi untuk wilayah Jawa Timur. Ia menyebutkan hal itu perbuatan tak pantes karena tidak ada izin kepadanya. Dan walaupun izin, ia pun tak berkenan menjadi timses. Karena ingin fokus mengurusi santri saja.

“Saya kaget kenapa ada nama saya di timses Prabowo-Sandi. Tidak ada izin dan konfirmasi kepada saya. Maka oleh karena itu, maka saya minta kepada panitia untuk menghapus nama saya,” jelasnya, Senin (24/9).

Sosok yang juga menjabat sebagai Anggota Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menduga selebaran tersebut sengaja atau tidak dibuat untuk mengklaim dukungan dari tokoh NU dan besar kemungkinan berasal dari para pendukung Prabowo.

Selain itu, pencatutan namanya diduga untuk meraup suara santri dan alumni Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Karena hingga saat ini Bahrul Ulum punya belasan ribu santri dan alumninya tersebar kemana-mana.

“Dugaan saya si pembuat dan penyebar yang pastinya pendukung Prabowo. Saya tidak marah, hanya berharap nama saya dihapus. Itu saja yang perlu diperhatikan,” imbuhnya.

Kedepan Kiai Irfan berharap kepada timses calon presiden yang bertarung di 2019 nanti tidak asal catut nama orang atau tokoh. Karena hal tersebut berbahaya bagi sosok yang dicatut dan pengikutnya.

““Mari wujudkan pilpres yang sejuk, damai, tanpa hoax dan fitnah, sehingga pesta demokrasi ini berjalan sesuai harapan seluruh rakyat Indonesia,” beber Kiai Irfan.

Selanjutnya Kiai Irfan meminta para santri Bahrul Ulum dan kaum nahdliyin berhati-hati dalam bersikap di tahun politik. Serta dahulukan sikap tabayun (minta penjelasan) kepada pihak yang dicatut namanya dalam timses. Dan pastinya tidak mudah percaya kabar hoax yang tersebar dimedia sosial.

“Sebagai seorang santri, saya ikut guru dalam berpolitik. Dan salah satunya guru yang saya hormati adalah KH Maemun Zubair,” tandasnya.

Reporter : fredy

Editor : Syarif 

  • Whatsapp

Index Berita