Motif Pemberian Sembako untuk promosikan Bunda Ita Sebagai Ajang Pilkada Nganjuk.

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Perhelatan pilkada serentak Akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. Sebayak 171 daerah di Indonesia akan mengikuti pilkada, termasuk provinsi Jawa Timur. 33 daerah di Jatim akan melaksankan pesta demoktasi pemilihan Gubernur. Sedangkan 18 kabupaten dan kota Akan melaksanakan pilkada, termasuk kabupaten Nganjuk.Kamis (19/10/2017)
 
Geliat politik jelang pilkada tahun depan sudah terasa "panas" sejak jauh-jauh hari. Bahkan sampai berita ini diturunkan belum ada penetapan calon bupati dan wakil bupati. Pemberitan mengenai perkembangan pilkada Nganjuk selalu penuh drama dan kejutan, berbagai macam maneuver politik ditempuh oleh mereka yang mencalonkan diri sebagai cabup dan cawabup guna memperoleh rekom dari partai bahkan untuk menaikkan elektabilitas seorang bakal calon berlomba mendapatkan simpati masyarakat mulai menghadiri acara lingkup dusun, pernikahan, sosialisasi, kesenian, pendidikan dan lain sebagainya.
 
Seperti yang terjadi pada acara Pembinaan Kader Terpadu di desa Sumberkepuh kecamatan Tanjunganom kabupaten Nganjuk Rabu, 18/10/2017 yang berujung pada penebaran persona atau menarik simpati politik oleh salah satu kandidat balon bupati Nganjuk. Ita Tribunawati yang hadir menggantikan bupati merangkap sebagai ketua PKK Nganjuk yang bertugas melantik dan membina kader terpadu dan Germas. Tentu kedatangannya menjadikannya magnet tersendiri bagi para peserta acara tersebut yang sebagian besar merupakan kader desa, IBI, para kepala sekolah paud sampai SMA dan lain sebagainya se-kecamatan Tanjunganom Nganjuk.
 
Pembinaan Kader yang saat ini tidak dihadiri bupati Nganjuk Taufiqurahman sangat kental nuansa polititiknya dari yel-yel hidup bunda Ita sampai pembagian buku gambar dengan sampul depan bergambar Ita yang saat ini sebagai balon bupati Nganjuk dari PDIP dan Golkar ini.
 
Pantauan wartawan dilokasi,Kepala Disporá kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar menyampaikan,Untuk buku gambar yang bersampul bunda Ita pengadaannya tidak memakai APBD tapi murni dari bunda Ita," ujarnya disela-sela acara.
 
Sikap Ketua LSM DCW Nganjuk Djoeliyanto mengatakan hal-hal yang tidak substansial dan prinsipil dalam memberikan edukasi disekolah-sekolah tidak perlu melibatkan politik praktis terhadap keberadaan anak apalagi didalam buku tersebut ada nama bunda ita yang sudah tersebar melalui bener-bener di seluruh kawasan nganjuk yang bertujuan untuk mempromosikan bakal calon bupati,ingat itu,"jelasnya.
 
Ditambahkan,apalagi Muspika disitu tidak protes,hal ini sangat disayangkan acara pembinaan kader terpadu murni untuk membina dan mensosialisasikan program tersebut tanpa ditunggangi politik apapun.
 
"Pembagian buku gambar kepada anak-anak Paud, TK dan SD sah-sah saja selagi tidak bermuatan politik," ujarnya.kuswanto