MK Putuskan PSU di 24 TPS Untuk Sidang Pekara Walikota Cirebon

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Mahkamah Konsitusi pada Rabu (12/9)pagi menggelar persidangan putusan perkara nomor : 8/PHP.KOT-XVI/2018 yaitu perselisihan hasil pemilihan (PHP) Walikota Kabupaten Cirebon dengan pemohon H. Bamunas Setiawan Boediman, M.B.A. dan Effendi Edo, S.AP., M.Si.

Sidang di pimpin oleh Hakim ketua Anwar Usman , mengambil amar putusan,sebagai berikut ;

1.Menyatakan telah terjadi pembukaan kotak suara beberapa TPS oleh KPPS bertempat di PPS sehingga tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon Tahun 2018 yang signifikan mempengaruhi hasil perolehan suara; 2.Membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Cirebon Nomor 100/PL.03.6-Kpt/3274/KPU-Kot/VII/2018 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Cirebon Tahun 2018, tertanggal 4 Juli 2018 sepanjang perolehan suara.

Sengketa hasil Pilwalkot Cirebon 2018 dimohonkan oleh pasangan Bamunas Setiawan Boediman-Effendi Edo. Pada 27 Juni, Komisi Pemilihan Umum Kota Cirebon menetapkan perolehan suara pasangan tersebut berselisih 1.985 suara dari Nashrudin Azis-Eti Herawati yang meraup 80.496 suara.

Guna memberi kepastian hukum, MK pun memerintahkan pemungutan suara ulang di 24 TPS tersebut.

Memerintahkan pemungutan suara ulang dimaksud dilaksanakan paling lama 30 hari sejak putusan ini diucapkan, kata Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman dalam Putusan MK No. 8/PHP.KOT-XVI/2018 yang dibacakan dalam ruang sidang.

Kita sudah berjuang selama dua bulan dan hasil perjuangan kita selama ini tidak sia-sia. Saya mengucapkan terima kasih kepada pengacara dan para pendukung yang sudah membantu kami selama ini sampai mendapatkan putusan yang kita inginkan , ujar Bamunas yang ditemui sesuai sidang berakhir di gedung MK, Jakarta.

Untuk nanti di daerah pada saat nantinya kami kembali, kami akan melakukan persiapan seperti dari awal itu sekitar satu sampai dua minggu untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 24 TPS, ungkapannya.

24 TPS bermasalah di Cirebon itu adalah TPS 15 Kelurahan Kesambi, TPS 15 Kelurahan Drajat, dan TPS 16 Kelurahan Drajat di Kecamatan Kesambi.

Selanjutnya, TPS 3, TPS 5, TPS 6, TPS 11, TPS 12, TPS 14-20, TPS 22-25, TPS 27-28 di Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan. Berikutnya, TPS 15 Kelurahan Panjunan dan TPS 16 Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk. TPS terakhir adalah TPS 10 Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan

  • Whatsapp

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Index Berita