Kapolsek Kertosono Angkat Bicara Terkait Berita Hoax

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Berapa hari ini warganet (pengguna media sosial) dikejutkan dengan beredarnya kabar di media sosial, dimana berita tersebut menyudutkan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Berita bohong Atau hoax, beredar sejak beberapa hari lalu dengan munculnya konten-konten atau statmen terkait penginjakan kitab suci.

Dilansir dari akun Twitter  @muhammad_asse664f, " SAYA MEWAKILI KELUARGA BESAR MABES POLRI MEMOHON MAAF KEPADA UMAT ISLAM INDONESIA PENGINJAKAN KITAB SUCI ALQURAN, YANG DILAKUKAN ANGGOTA KAMI DI KESATUAN DENSUS 88 DAN SIPIR MAKO BRIMOB DEPOK ".

Untuk penyebar berita bohong atau hoax mengenai instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pelaku bisa dijerat dengan Undang-undang ITE.

"Itu dapat dikategorikan menyebarkan rangkaian kata-kata bohong yang melanggar UU ITE. Terkait siapa pelakunya, kita saat ini masih dalam penyelidikan," kata Kapolsek Kertosono Kompol Abraham Sisik


Selain itu, Abraham, Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong seperti pengunggah berita hoax tersebut. Sebab, hal itu bertentangan dengan hukum yang ada di Indonesia.

Selain itu Abraham, mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan internet dan masyarakat jangan melakukan hal itu, karena dapat menyesatkan publik, dapat menyesatkan karena tidak memberikan informasi yang sebenarnya, dan itu tentu adalah sesuatu yang tidak dibenarkan.

"Setiap orang yang menyebarkan berita bohong atau hoax akan dikenakan pasal sesuai dengan UU ITE.
dan dihukum semaksimal mungkin karena telah menyebar berita yang membuat situasi yang kurang kondusif." Ujarnya (yan/linduaji)