Hasil Nihil Puluhan Warga Geruduk Balai Desa Sambirejo Nganjuk, LSM DCW Tuding Dana Kompensasi PT CRBC Tidak Transparan.  

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Akibat tidak ada keterbukaan terhadap masyarakat Dua Desa Sambirejo dan Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom ,Nganjuk dan sekitarnya yang terkena dampak langsung pembangunan proyek tol Kertosono yang menghubungkan Ngawi dan Solo mengeluh karena tidak ada kepedulian dari pihak PT CRBC yang mengerjakan proyek tersebut,Kamis 24/8/2017.hasilnya tidak memuaskan 

Tidak ada titik temu puluhan Warga yang datang dari dua Desa minta agar pihak PT RBC yang mengerjakan proyek tol ini segera merealisasikan sesuai apa yang pernah dijanjikan pada saat pertemuan di Kantor Desa Sambirejo bulan yang lalu,salah satu bentuk kompensasi itu berupa uang yang besarannya diglobalkan soal nominal saat itu disampaikan Rp.25 .000.000,dua puluh lima juta setiap bulan per dusun di Desa Sumberejo .

Hal ini memicu salah satu Ketua LSM DCW Nganjuk ,Djulianto ditemui di balai desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom mengungkapkan, setiap hari getaran alat-alat berat sangat terasa sekali. 

“Getaran alat berat itu sampai membuat pintu rumah berbunyi,” kata Djulianto yang kebetulan Kantor Lembaganya ada di Dusun Ngrajek Tanjunganom. Menurutnya, sejak pengerjaan proyek tol itu, pihak PT belum pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sama sekali. Bahkan mereka mempertanyakan apakah tidak ada kompensasi kepada warga yang terkena dampak proyek seperti ini.

Kepala Desa Sumberejo,Wakidjan mengakui adanya protes warganya terhadap pembangunan proyek tol tersebut.Oleh karena itu pihaknya telah melaporkan permasalahan kuluhan warga itu kepada Pihak Pengelola Kegiatan Proyek dan telah dibentuk tim untuk ikut menanggulangi dan mencari solusi,bahwa sejumlah ruas jalan lingkungan yang terkena dampak proyek kini rusak parah dan saat hujan lingkungan rumah berlumpur.

“Proyek pekerjaan jalan tol terkesan tidak profesional sejak ada rencana pembangunan mendapatkan keluhan warga yang terdampak langsung dengan kegiatan tersebut seperti suara bising, berdebu, jalan kondisi rusak parah hingga saat hujan jalan lingkungan berlumpur terkadang sampai masuk pekarangan rumah warga,” bebernya.

Masih bersama Wakidjan Masuknya lumpur ke pekarangan rumah warga dari badan jalan maupun saluran air yang tersumbat akibat proyek pembangunan Jalan Tol Kertosono Ngawi Solo.karena sekarang rumah warga lebih rendah dari proyek tersebut selain sama sekali tidak ada saluran air.Sejumlah warga yang terkena dampak proyek Jalan Tol tersebut sama sekali tidak keberatan adanya proyek tersebut tetapi seharusnya sebelum melakukan pendoseran tanah atau pekerjaan di lapangan ada sosialisasi terlebih dahulu jangan main doser saja,bayangkan hampir setiap hujan lingkungan rumah warga disekitar kegiatan tol merasa resah,"tambahnya.

Sementara itu,Kedes Kedungrejo Jarwo ditemui wartawan dibalai Desa Sambirejo pihaknya mengatakan, pihaknya telah menerima keluhan puluhan warga di lingkungan dusun Nganjuk yang berdekatan langsung dengan proyek jalan tol tersebut.

Memang banyak keluhan warga sekitar, ujarnya terlebih masalah banjir lokal. Badan jalan berlumpur saat hujan dan kondisi jalan lingkungan rusak parah akibat kendaraan berat melintas untuk pembangunan jalan tol tersebut.

Menurutnya pihaknya telah berusaha untuk mejembatani dengan pihak pengelola proyek pembangunan tol tersebut agar permasalahan yang dikeluhkan warganya dapat teratasi dengan baik.(kuswanto)