Gelar Musker ke 18 di Ponpes Babussalam MWCNU Kertosono Genjot Program Kerja.

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Bertempat di Ponpes Babussalam Desa Drenges Kecamatan Kertosono di gelar musyawarah kerja (musker) ke XVIII sebagai sebuah awal mempertegas khidmat islamiyah dalam mewujudkan Islam rahmatallilalamin Dari sekian banyak pengurus yang ada di struktur organisasi, sebagian terdiri dari para pemuda yang notabene bila disesuaikan dengan strata organiasi yang dilihat dari usia, banyak yang masih masuk usia banom di bagian NU. Namun ini menjadi sebuah cambuk atau support khusus kepada seluruh lapisan dan struktur organisasi yang ada di MWC NU Kertosono, bahwa dengan musyawarah kerja diharapkan memiliki semangat baru dalam membawai NU kedepan menjadi lebih baik.
 
Terlebih, dengan adanya beberapa struktur kepengurusan di MWCNU Kertosono dapat berjalan dengan maksimal sebagian besar program kerja yang akan dibahas dan dilaksanakan kedepan.Sabtu (11/11/2017). 
 
Musker yang dibuka oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Kertosono KH Muhtarom fauzan dan dihadiri oleh Ketua  MWCNU Kertosono H. Mudawim diikuti oleh seluruh anggota pleno mulai dari semua lembaga, badan otonom (banom) dan Pengurus Ranting NU  se- Kecamatan Kertosono.
 
Program kerja yang dilanjutkan sidang komisi, Komisi A, B dan C yang masing-masing membahas komisinya.dalam penyampaian Komisi dilakukan sidang pleno dalam pengesahan hasil komisi. Lembaga yang terlibat terdiri dari LDNU,LPNU, LAZISNU,LTMNU,LBMNU,PN,IPNU,IPPNU,LESBUMI dan Banser dan Ansor.
 
Dalam sambutannya Rais Syuriyah MWCNU Kertosono KH Muhtarom fauzan mengungkapkan musker ini dilakukan dengan tujuan agar program organisasi MWCNU Kecamatan Kertosono  bisa terarah dan terlaksana sesuai dengan harapan warga NU.
 
“Setidaknya musker ini mampu membuat program yang tersusun dengan baik dan mempertegas khidmat islamiyah dalam mewujudkan Islam rohmatallilalamin dan menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh semua masyarakat,” ungkapnya.
 
Sementara Ketua MWCNU Kertosono H. Mudawim melalui musker ini berharap agar nantinya mampu menghasilkan program kerja yang benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat sehingga benar-benar bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya.
 
“Kami berharap program MWCNU Kertosono juga bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga keberadaan organisasi NU bisa memberikan dampak yang positif dalam perkembangan pembangunan serta kemandirian Umat diberbagai bidang, khususnya di Kecamatan Kertosono, "jelasnya.
 
Terpisah Ketua Komisi A, Abdul Syukur Junaidi mengatakan, "Saya berterima kasih kepada banom-banom NU,Banser dan Pagar Nusa,Saya mengharapkan agar semakin kompak ke depannya,menurutnya, ada tiga poin yang harus menjadi acuan dalam melakukan program kerja nantinya. Pertama, NU harus bisa mengambil alih pasar di sektor lapangan pekerjaan seperti di security keamanan yang ada di Kecamatan Kertosono.
 
Sedangkan pada Komisi B, Wartajatim.Com yang berada di forum tersebut yang terdiri bidang kesehatan Zis,Seni budaya dan Takmir masjid menghasilkan beberpa Program-program dalam mewujudkan kemandirian ummat melalui penguatan Lembaga LazisNu yang telah lama berkiprah dan manfaat bagi ummat.LKNU yang baru saja didirikan juga telah mendapat respon posistif warga nahdliyin serta mendapat kepercayaan dari BPJS Kesehatan melalui program sinergi bersama. Lesbumi melalui seni dan budaya mencoba terobosan baru membangun jaringan syiar MWC NU dalam bentuk audio visual berupa hadirnya Radio NU dan Film pendek sebagai respon perkembangan dunia Teknologi informasi yang menjadi sarana efektif. LTMNU menjadikan program Penguatan peran NU dalam pendirian dan labelisasi terhadap aset masjid dan surau dalam menjaga kekokohan jamiyah Ahlussunah Waljamaah.paparan disampaikan Ketua Komisi B Bustomi Mustofa yang didampingi Ketua LazisNu Nikmatirrohmah.
 
“Kami akan berupaya dan membantu mencarikan lapangan pekerjaan khususnya Pagarnusa dan banser, selama ini pekerjaan yang ada dikertosono dinilai masih kurang maksimal, dengan program kerja ini yang nantinya bisa memprioritaskan lapangan pekerjaan yang diisi adek-adek dari PagarNusa dan Banser tanpa ada embel-embel uang didepan," kata Abdul sukur yang juga menjabat Panwaskab Nganjuk.(Kusnoaji)