Di Kawal Media Seleksi Perangkat Desa,Sisahkan Satu Desa Tertutup Di Sinyalir Celah Kecurangan

Wartajatim.com,NGANJUK

Camat Kertosono Suharono kembali menegaskan komitmennya untuk menggelar seleksi calon perangkat desa serempak se-Kecamatan Kertosono yang fair play. Komitmen tersebut disampaikan Tiga Pilar Kertosono saat berkunjung di 5 Desa yang menggelar acara tersebut. 

‘’Saya berharap, media ikut mengawal pelaksanaan ujian seleksi perangkat desa se Kecamatan Kertosono,’’ kata dia yang ingin memastikan bahwa tidak ada kecurangan dalam seleksi perangkat desa di Wilayahnya.Minggu (24/12/2017).

Dalam ujian bersama seleksi serempak se Kabupaten Nganjuk hanya menyisahkan Kecamatan Kertosono yang akan diisi dari 5 Desa yang memperebutkan 13 pos yang kosong dari 248 peserta. Untuk menjamin dokumen soal yang dibuat tidak bocor, tim tersebut bakal dikarantina hari hingga pendistribusian soal di kecamatan, tuntas.

Selama dikarantina, mereka tidak diperkenankan membawa alat komunikasi, termasuk ponsel dan berinteraksi dengan dunia luar. ''Begitu masuk karantina, mereka hanya diberi buku (panduan soal), kertas, dan pensil untuk buat soal,'' tegas dia yang mengaku memantau sendiri seluruh tahapan proses seleksi tersebut. Bahkan, untuk meminimalisasi terjadinya kecurangan pengamanan ekstra ketat dari luar dan dalam.

Pernyataan Camat tersebut setidaknya menjawab keraguan masyarakat bahwa selama ini proses seleksi perangkat desa ''bisa dimainkan'' pihak-pihak tertentu. Untuk menjamin bersihnya pelaksanaan seleksi perangkat desa, dia lebih percaya tim internal Muspikam ketimbang kerja sama dengan pihak ketiga.

Selain mengawal pelaksanaan seleksi perangkat desa yang bersih dan jujur, lanjut Suharno, peran media juga sangat dibutuhkan dalam mengawal setiap program salah satunya ujian seleksi test rekrutmen perangkat 5 Desa diantaranya Desa Nglawak 5 pos jabatan yang kosong,Pandantoyo 2 pos jabatan,Desa Kudu 2 pos jabatan,Desa Pelem 2 Pos jabatan,Desa Tanjung dan Desa Bangsri masing-masing 1 pos jabatan.

Sekedar diketahui persiapan rekrutmen seleksi ujian dari 5 Desa dilakukan secara terbuka dan transparan mulai dari pemetaan dari kebutuhan masing-masing desa hanya Desa Kudu tertutup rapat dan sangat ketat keamanan bagi warga yang ingin mengawasi lebih-lebih awak media waktu peliputan jalanya ujian tulis yang disinyalir ada sesuatu yang tidak wajar.

Tokoh Masyarakat yang juga Ketua LSM Al Masakin (aliansi masyarakat muskin) Nganjuk Agoes Musonib ditemui di Desa Nglawak mengatakan, sudah semestinya media mengawal setiap program dan kegiatan pemerintah daerah. Dan, ini sudah menjadi komitmen dalam mengawal pemerintahan yang bersih dan jujur kalau wartawan di larang meliput apalagi dimintak i kartu pers pasti ada indikasi kecurangan 

‘’Transparansi keterbukaan Media harus mampu mewadahi setiap mimpi-mimpi pemerintah. Utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat jangan sampai dimainkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan,"paparnya

Disinggung adanya Desa Kudu yang melarang peliputan Bahkan terang-terangan menutup diri,Agus mengatakan semua harus berjalan jujur dan bersih, adapun ada hal seperti itu sudah jelas ada dugaan kecurangan biarpun prosesnya bersih tapi dugaan curang pasti ada,"ungkapnya.kusno

Index Berita