Agar Matematika Menyenangkan, Mendikbud Resmikan Kampung STEM

INDONESIASATU.CO.ID:

SLEMAN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meresmikan Kampung STEM (Science, Technology, Engineering dan Mathematics) di Padukuhan Joho, Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (16/11). Ia berharap, adanya kampung tersebut bisa dijadikan contoh untuk daerah lain agar generasi Indonesia selanjutnya mampu mengejar ketertinggalan di bidang sains. 

“Ini bisa jadi model untuk daerah lain dalam rangka membuka mata anak-anak tentang sains. Indonesia ini, dalam bidang pendidikan STEM memang masih tergolong rendah dibanding negara lain,” ujarnya. 

Muhadjir mengakui, matematika dengan basis ilmu abstrak kerap kali tidak diajarkan dengan cara menggembirakan, sehingga anak merasa takut untuk mendalaminya. Padahal, STEM adalah skill yang harus dimiliki menyongsong abad 21. 

"Kalau ditanamkan STEM sejak dini seperti ini kan saya kira Indonesia bisa mengejar ketinggalan dari negara lain. Di sini ada ibu-ibu, warga semua berperan dalam pendidikan STEM kepada anak-anak. Kita harus mencerdaskan anak-anak kita. Jika warga ikut, pasti proses memahami sains bisa lebih cepat karena anak tidak hanya belajar dari sekolah saja," tandasnya.  

Kampung STEM sendiri merupakan prakarsa dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika dan SEAMEO Regional Centre for Qitep in Mathematics (Seaqim). Keduanya meyakini bahwa pembelajaran STEM merupakan salah satu pijakan sukses dalam persaingan global. Pembelajaran berbasis STEM ini mendidik anak usia sekolah beserta orangtua untuk berpikir kritis, logis, rasional dan kreatif. 

Kegiatan pendampingan Kampung STEM dilaksanakan setiap hari Jumat di Balai Padukuhan Joho. Pendampingan dilaksanakan oleh tim akademik Seaqim dan P4TK Matematika didukung pemerintah padukuhan setempat.(Muhammad Choirurrojikin/kla)

  • Whatsapp

Index Berita