140 Personel Polres Nganjuk Amankan Eksekusi Lahan Jalan Tol di Dua Kecamatan Nganjuk

WARTAJATIM.COM: NGANJUK - Sekitar 35 bidang tanah di Dua Kecamatan milik warga Desa Banaran wetan Kecamatan Bagor, Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso dan Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, yang terkena dampak proyek jalan tol, akan dieksekusi tahap III, Kamis (24/8/2017)

Eksekusi pengosongan lahan dilakukan Pengadilan Negeri Nganjuk untuk pembangunan jalan tol. Eksekusi tanah akan dijaga 140 personel. Terdiri dari Polres Nganjuk 140 personel, 15 personel Kodim Nganjuk 0810, Satpol PP Nganjuk 15.

Menurut Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono, pihaknya hanya mengamankan jalannya eksekusi, bukan melakukan eksekusi. Karena itu, ia meminta tim pengamanan tidak melakukan kekerasan.

“Saya memerintahkan kepada anggota saya, supaya tidak membawa senjata,” ucapnya.

Joko mengaku sudah menerima surat permintaan bantuan pengamanan eksekusi tanah di Desa Banaran wetan, Desa Mojorembun dan Desa Sukorejo dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), “Saya berharap semuanya lancar, “ jelasnya.

Panitra Pengadilan Negri (PN) Nganjuk M. Syamsoel mengatakan, sesuai batas waktu yang keluarkan PN, eksekusi harusnya dilakukan Kamis (24/8/2017).

Masih bersama M. Syamsoel menegaskan, sebelum rencana eksekusi, pihaknya sudah melakukan pemanggilan konsinyasi kepada warga di dua Kecamata,pengosongan eksekusi lahan tahap III dampak pembangunan jalan tol Mantingan -Kertosono II

“Sesuai ketentuan, eksekusi pengosongan lahan tahap III pembangunan jalan tol Mantingan-Kertosono akan dilakukan, ” ujarnya.

Samsoel mengungkapkan sejak putusan banding MA, secara otomatis kepemilikan warga atas lahan tersebut batal demi hukum. Sejauh ini Pengadilan sudah melakukan sosialisasi pada warga tentang keputusan MA tersebut.

“Uang ganti rugi lahan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dititipkan ke Pengadilan Negeri Nganjuk,” jelasnya. (ajiepamungkas)